Yayasan Ponokawan Pedurungan Semarang

Menu

  • Home
  • Services
  • Projects
  • Reviews
  • Blog
  • Team
  • Contact Us
  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

Ambrasta Dur Angkara

Ponokawan Tour Operator 01 April

Filosofi Jawa Ambrasta Dur Angkara adalah ungkapan yang mengandung makna mendalam dalam budaya Jawa.
Secara harfiah, ungkapan ini dapat diartikan sebagai membasmi kejahatan. Namun, lebih dari sekadar makna literalnya, konsep ini mencerminkan filosofi tentang keadilan, ketegasan, dan tanggung jawab dalam menghadapi dan mengatasi kejahatan atau perilaku buruk.
Makna Filosofis: Ambrasta Dur Angkara menekankan pentingnya bertindak tegas dalam menghadapi kejahatan atau perilaku yang merugikan.
Ambrasta berarti membasmi atau menghilangkan. Sementara Dur Angkara berarti kejahatan atau perbuatan jahat. Ungkapan ini mengajarkan bahwa kita harus bersedia menghadapi dan mengatasi perilaku buruk atau kejahatan dengan keberanian dan ketegasan untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan.
Filosofi ini juga menekankan tanggung jawab kita sebagai individu dan masyarakat untuk bertindak dalam menghadapi masalah sosial, kejahatan, atau tindakan-tindakan yang merugikan.
Tidak hanya membiarkan kejahatan terjadi, tetapi juga bertindak untuk mengatasinya dengan tegas dan sesuai dengan nilai-nilai keadilan.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari: Ambrasta Dur Angkara dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip berikut.
Menolak Kejahatan: Menolak untuk melakukan atau mendukung kejahatan dan perilaku buruk.
Melawan Ketidakadilan: Bertindak untuk melawan ketidakadilan dan kejahatan yang ada dalam masyarakat, baik dalam skala kecil maupun besar.
Berkontribusi untuk Kebaikan: Berusaha berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan adil bagi semua orang.
Tidak Diam dalam Keburukan: Tidak diam dan pasif ketika melihat perilaku buruk atau kejahatan, melainkan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan kapasitas dan otoritas kita.
Mendukung Sistem Keadilan: Mendorong sistem peradilan yang adil dan berlaku untuk semua orang tanpa pandang bulu.
Filosofi Ambrasta Dur Angkara mengajarkan pentingnya bertindak dengan tegas dalam menghadapi kejahatan dan perilaku buruk. Dengan mengadopsi nilai-nilai keadilan dan tanggung jawab, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih aman, harmonis, dan adil.

Artikel Filosofi Jawa

Anda mungkin menyukai postingan ini

0 Komentar

Popular Posts

Subscribe Us

Categories

Tags

  • Artikel
  • Filosofi
  • gending
  • Jawa
  • macapat
  • Sastra Jawa
Diberdayakan oleh Blogger
  • April 20253
  • Maret 20251
  • April 20243
  • Maret 20245

Laporkan Penyalahgunaan

Mengenai Saya

Foto saya
Ponokawan Tour Operator
Lihat profil lengkapku

Contact Info

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting has been the industry's.

Contact List

Skype: skype.username
Behance.net/username
WhatsApp: +01 99 8877-6655

Contact form

Created By Blogger Developer | Distributed By Gooyaabi Themes
  • Home
  • About
  • Contact Us